Tadi pagi, jam 6.30, Mami teriak, "Mbak Bungaaaa, Trella mati!"
Langsunglah aku bangun seketika itu juga, tanpa basa basi (baca: ngolet2 ato tarik selimut lagi), langsung keluar dari kamar. Seakan-akan gak percaya apa yg dibilang Mami. Ku turuni tangga, lewati ruang tamu, dan sampai di teras. Ada Papi lagi nyiram tanaman di halaman depan. Dan bertanyalah aku, "Trella di mana Pah?" (sambil mewek). "Itu di depan", kata Papi.
Langsung bergegaslah aku ke depan rumah, di depan gerbang dekat tanaman-tanaman. Trella terbaring lemah tak berdaya. Jongkok dan menangis, aku di depannya. Sambil memanggil namanya rintih-rintih. Trella...
Tiba-tiba ada bapak-ibu yg mendatangi dan mendekatiku. Ternyata itu tetanggaku yg habis dari masjid. "Ada apa mbak?", tanya si ibu. "Kucing... mati...", jawabku sambil menangis. Mereka bertanya-bertanya, aku hanya bisa menangis dan menjawab "diracun".
Sungguh, bukan maksud aku agar Trella celaka seperti ini. Hanya aku gak menyangka akan terjadi seperti ini. Kugendong Trella ke halaman belakang, lalu dikubur Papi. Sedih. Sangat sedih.
Aku cukup dekat dengan Trella. Dari dia berumur 1 bulan, ada tetanggaku yg memberi. Kupelihara dan kutaruh dalam kandang. Dan dia betah sekali di kandang. Makanannya pun cat food. Gak pernah yg lain. Kalo pun yg lain, hanya saat aku kehabisan stock cat food. Selain cat food pun, dia gak bisa. Pasti mencret atau gak dimakan. Manja memang. Tapi aku sayang. Mungkin memang tidak sedekat aku dengan Rici. Tapi Trella tetap yg paling kumanja. Gak pernah kupukul. Paling-paling hanya kubentak. Dan dia ngerti apa maksudku. Akhir-akhir ini memang kuajari, biar kalau sore-malam-pagi di luar kandang. Maksudku biar gak pup di kandang. Karna aku juga sedikit kewalahan mengurusi pupnya. Trella juga pinter banget. Langsung cari pasir, pipis, pup, lalu dikubur lagi kotorannya. Gak seperti Rici. Ya itu insting alami seekor kucing.
Trella suka sekali main ke dalam rumah. Biasanya sama Papi ditaruh dalam rumah kalau malam. Paling sering di dapur. Tapi pernah saat gak hanya di dapur, dia naik tangga, dan mengeong di depan kamarku, bangunin aku. So sweet. Pernah juga kusuruh tidur di atas tempat tidurku. Suka sekali guling2 di halaman depan. Apalagi kalau ketemu Rici. Klop sudah mereka. Sukanya nungguin Rici pup di tempat pupnya. Kalau Rici udah selesai pup, Trella ngikutin dari belakang. Trella, kamu lucu sekali. Manja. Manis. Bandel cuma sekali. Waktu kamu makan sambel teriku di dapur. Huhuh... Dan itu pun aku marah habis-habisan denganmu. Maaf Trella.
Gak ada kucing yg membuatku jatuh cinta selain Trella. Dulu ada Baby, tapi dia hanya sebentar bersamaku. Tapi Trella, dia sudah 11 bulan bersamaku. Bulan depan umurnya 1 tahun. Tapi kenapa kamu pergi duluan? :'( Trella... maafin aku karna tadi malam aku gak masukin kamu ke dalam rumah. Seharusnya aku masukin kamu... Rasanya gak tega lihat kamu terbaring lemah. Trella, aku pengen peluk kamu. Pengen bersihin matamu yg cantik. Seharusnya hari ini aku mandiin kamu. Trella, aku rindu kamu. Menyayangimu. Selalu.
Kepergian Trella pun disusul Henri. Henri, anjingku yg sudah menjaga rumahku kurang lebih 6 tahun. Akhir-akhir ini dia memang suka rewel sejak pagar bumi rumahku roboh. Dia yg biasanya di halaman belakang, jadi suka jalan sana sini. Kalau diikat, sukanya teriak-teriak. Kemarin hari Senin pagi dia hilang. Gak tau kemana. Jam 12 siang Mami denger suaranya teriak-teriak. Ternyata di samping rumah, dalam keadaan kejang-kejang. Gak tega aku lihatnya. Langsung kugendong, kubawa ke halaman belakang. Masih tetap kejang-kejang. Mami langsung beli air kelapa, kuminumin, sempet kegigit kuku aku. Tapi dia gak muntah-muntah. Sampai sore pun, dia masih kesakitan. Malamnya ku kasih susu encer dan air garam, tetap gak muntah. Sampai kita semua serumah tertidur, Henri masih kesakitan :( Pagi hari kita bangun, Papi kasih kopi. Langsung muntah. Tapi beberapa menit kemudian, dia mati. Nafasnya udah gak teratur. Kasian banget. Dia merasakan kesakitan semaleman. Gak tega aku lihatnya. Sudah Trella mati, Henri mati. Tapi Henri kuat. Seakan-akan berjuang melawan sakitnya. Sampai semaleman masih bertahan. Padahal Trella langsung mati. Mereka pasti makan makanan yg diberi racun. Jadi mereka pasti keracunan. Sedihnya kehilangan 2 peliharaan sekaligus, dalam hari yg sama :'(
Aku memang tidak terlalu dekat dengan Henri. Karna dari mereka kecil, mereka hanya dibiarkan saja di belakang rumah. Intinya mereka penjaga rumah kami. Coci juga gemetar saat kehilangan Henri. Sedih. Kuadrat.
Tuhan, jaga Henri dan Trella. Biar mereka tidur dengan nyenyak. Aku sayang mereka. Ampunilah dosa orang yg meracuni mereka. Semoga bisa sadar kalau perbuatannya itu gak baik dan kejam. Untung Henri dan Trella masih bisa punya tenaga untuk bisa kembali lagi ke sekitar rumah. Kalian sungguh pintar. Aku menyayangi kalian. Dan tidak akan pernah lagi aku mengeluarkan binatang peliharaanku keluar dari rumahku sendirian. Karna itu hanya membuat celaka.
Labels: pets, sadness |
:( sedih bacanya RIP ya buat henri ama trella