Annie Braddock, cew

ek berusia 21 tahun, fresh graduate, sedang ingin mencari kerja, tapi saat di interview dan ditanya, "Menurutmu, kamu adalah orang yang bagaimana dan seperti apa?". Annie is speechless dan gak tau mau menjawab apa. Poor Annie. Di saat itu juga dia merasa kehilangan jati dirinya, atau mungkin belum menemukan jati dirinya.
Mulailah kisahnya untuk menjadi seorang Nanny (seorang pembantu yang merawat anak kecil karena orang tuanya yang super sibuk) karena dia tertarik dengan menulis apa pun dalam bidang Antropologi. Annie di hire oleh wanita bernama Mrs. X. Wanita yang kaya dan punya segalanya, tapi super sibuk sehingga tidak bisa meluangkan waktu bersama anak tunggalnya tercinta, Grayer. Annie lebih suka memanggilnya Grover. Pada awalnya memang sulit untuk Annie menangani Grover yang nakalnya minta ampun. Tapi akhirnya Grover menerima Annie, bahkan tidak mau bila ditinggal Annie. Grover merasa begitu karena Annie adalah satu-satu teman untuknya.
Setelah mendampingi Grover sekian lama, akhirnya misi rahasia ini pun ketahuan juga oleh ibunya Annie kalau ternyata dia bekerja sebagai Nanny. Si ibu mengetahuinya karena Annie yang menelfonnya untuk menjaga Grover saat dia sedang panas tinggi. Suatu ketika, Mrs. X, Mr. X, Grover dan Nanny pergi ke suatu tempat untuk berlibur. Annie didekati oleh Mr. X, dan ketahuan oleh Mrs. X. Saat itu juga, Mrs. X memecat Annie. Annie langsung pergi dan konfrontasi besar-besaran dimulai. Lucunya, dengan boneka Teddy Bear. Karena ternyata di mata Teddy itulah Mrs. X menaruh kamera tersembunyi sehingga dia bisa mengetahui apa saja yang dilakukan oleh Annie kepada anaknya. Di situlah, Annie marah besar, tetapi menyadarkan Mrs. X dengan seketika.
Karena begitu, Mrs. X akhirnya menyadari kesalahannya, dan akhirnya memberikan yang terbaik untuk anaknya. Dia juga menyampaikan terima kasih banyak kepada Annie. Annie pun akhirnya bisa mengetahui secara mendalam tentang perbedaan antara keluarga di pedalaman Amazon yang lebih natural dengan keluarga kelas atas yang ternyata tidak sedikit pun menaruh perhatian kepada anaknya. Akhirnya, Annie bisa juga mengidentitaskan dirinya sendiri :)
Cerita ini sebetulnya bagus banget untuk para ibu yang sok sibuk dan gak punya simpati atau rasa sayang kepada anaknya. Untuk para bapak yang sibuk juga. Mereka hanya memikirkan diri sendiri saja. Manicure, pedicure, pijat plus plus, sedangkan anaknya sedang sakit parah pun, mereka tidak peduli. Mengherankan... Cukup ironis, tapi semua itu pun ada juga terjadi di Indonesia. Solusinya ya hanya berdoa saja. Semoga keluarga-keluarga yang seperti itu cepat disadarkan dan tidak menyesal di kemudian hari.