
Film ini adalah remake dari novel tahun 1843 yang dibuat oleh Charles Dickens. Ceritanya benar-benar menarik dan banyak sekali pesan moral yang bisa diambil. Dulu waktu jaman masih ambil mata kuliah, ada salah satu mata kuliah bernama Book Report. Ibu dosen menawarkan juga novel ini untuk dibaca oleh mahasiswa-mahasiswanya. Tapi sayang sekali, buku itu termasuk dikategorikan tebal dibanding yang lainnya, jadi saya tidak memilih buku itu untuk dibaca dan dijadikan paper. Nyesel sih, tapi karena sudah ada filmnya, malah jadi kepingin membacanya. Mumpun gak disuruh buat papernya. Hehehe...
Bercerita tentang seorang lelaki yang sudah tua bernama Ebenezer Scrooge. Dia bisa dibilang tidak suka Hari Natal. Karena menurutnya, Hari Natal seharusnya sama saja dengan hari-hari lain. Tetap bekerja dan menghasilkan uang. Kalau kita kelewatan satu hari hanya untuk bersenang-senang dan berfoya-foya, kita akan mendapatkan kerugian. Memang benar, memang nyata bahwa Scrooge sangat ambisius untuk mendapatkan uang. Tapi agaknya cara dia bersikap seperti itu, terutama bersikap kepada orang lain, menampakkan bahwa dia orang yang sebetulnya tersingkir dari masyarakat. Padahal dia selalu menyingkirkan orang-orang miskin dan kaum papa.
Di malam sebelum natal, dia didatangi oleh hantu berantai. Roh itu mengatakan bahwa akan ada tiga roh yang membawanya "berjalan-jalan". Ternyata benar, ada tiga roh yang mendatanginya, yaitu Roh Masa Lalu, Roh Masa Sekarang, dan Roh Masa Depan.
Saat masa lalu, ternyata Ebenezer memang anak yang suka sendiri dan sering murung. Mungkin karena faktor ayahnya yang keras. Sesudah remaja, dia mengenal seorang wanita yang begitu anggun dan cantik dan akhirnya menikahlah mereka. Tapi suatu saat, wanita itu meninggalkannya karena Ebenezer terlalu "money-addict". Ebenezer sedih dan meratapi nasibnya. Sehingga komplitlah semuanya. Dia merasa memang sepertinya dia lebih baik hidup sendiri.
Pada masa sekarang, dilihatkanlah Ebenezer terhadap malam natal dengan orang-orang terdekatnya. Seperti pegawainya yang setia, Bob Cratchit, saat mengadakan pesta makan kalkun sekeluarga. Bob memberikan "cheers" kepada Ebenezer. Lalu keponakan laki-lakinya yang periang, juga memberikan "cheers" kepada pamannya. Ebenezer sebetulnya tidak menyangka kalau sebenarnya orang-orang yang ada di dekatnya justru sangat perhatian dan menyayanginya.
Pada masa depan, Ebenezer dikejar-kejar oleh kudanya Roh Masa Depan. Di saat itu, Bob menangis tersedu-sedu karena mendengar berita bahwa bosnya meninggal. Ternyata yang meninggal adalah Ebenezer. Ebenezer merasa takut dan memohon-mohon kepada Roh Masa Depan, agar dia tetap hidup dan akan memperbaiki semua situasi yang ada. Akhirnya, diberi kesempatan juga si lelaki tua ini untuk hidup.
Setelah bangun dari mimpi "jalan-jalannya", Ebenezer keluar rumah dan menyapa semua orang yang ada di kota itu. Hampir semua menganggap Ebenezer gila, karena dia seperti tidak melakukan apa yang biasa dia lakukan. Tapi beberapa orang menjadi mengerti, Ebenezer bersikap seperti itu karena memang sesuatu telah mengubahnya menjadi lebih baik. Bukankah kalau ada orang berbuat semakin baik, harus kita syukuri? =) Makanya, jangan sia-siakan hidup ini. Tebarkan kasih sayang dan cinta di mana-mana. Jangan sampai menyesal dan harus dikejar-kejar oleh Roh Masa Depan kalau tidak mau seperti Ebenezer ;)
Labels: movie review |