Wednesday, 11 November 2009
I Will Part 2
video

Labels:

posted by wi.unga @ Permalink ¤22:12   0 comments
I Will Part 1
video

Labels:

posted by wi.unga @ Permalink ¤22:05   0 comments
Saturday, 7 November 2009
So What?
So what gitu looooooooh....!!! (Rasanya kalimat itu sudah jarang skali saya dengar, karena kebanyakan anak-anak jaman sekarang lebih cenderung untuk bilang kata "lebay").

So what gitu looooooooh kalo udah pake baju-baju bermerk dan mahal???

So what gitu looooooooh pamer-pamerin kelebihan pacar ke orang lain???

So what gitu looooooooh kalo udah tajir dan punya segalanya???

So what gitu looooooooh kalo udah punya hape mahal dan gede-gede???

So what gitu looooooooh kalo udah naik motor gede yang katanya biar dibilang keren???

So what gitu looooooooh kalo punya rumah segede istana???

So what gitu looooooooh kalo duit yang ada di dompet berjuta-juta???

So what gitu looooooooh kalo pinter tapi ternyata dasarnya congkak???

So what gitu looooooooh..................................... bla bla bla.

I think you all have to think twice to do something. Everything which is "wah", not always good and not always "wah"! So, it's better to be yourself, not anyone else. I really hate those "WAH" people.

Labels: ,

posted by wi.unga @ Permalink ¤22:11   1 comments
Wednesday, 4 November 2009
Cloudy with A Chance of Meatballs
Film 3 dimensi ini memang sangat diminati banyak orang, dari kalangan yang kecil-kecil maupun yang sudah tua-tua, alias menemani anak-anaknya untuk menonton. Film animasi ini memang sungguh punya imajinasi yang kuat dan besar. Kalau dipikir secara logika, mungkin orang tidak akan percaya kalau hal "aneh" seperti itu akan terjadi.

Flint Lockwood, seorang ilmuwan yang ada di pelosok negri nun jauh di sana, Fallow Land (kalau gak salah), selalu ingin menciptakan sesuatu yang baru. Mulai dari hair un-balder, ratbirds, remote control, translation monkey, sampai yang terakhir food maker. Keterampilan dan kerja kerasnya harus diacungi jempol, karena dari kecil, saat ibunya masih ada, dia sudah dinobatkan oleh ibunya kalau besarnya akan menjadi seorang ilmuwan yang hebat dan bisa membuat sesuatu yang hebat di negrinya. Kata-kata ibunya menjadi pendukung dan motivasinya untuk lebih giat dalam menciptakan sesuatu, walaupun gagal sekalipun. Dia tidak pernah menyerah dan pada akhirnya, memang berhasil.

Walaupun berhasil sekalipun, dia selalu dinasihati oleh Ayahnya. Sebetulnya sang ayah ingin sekali anaknya meneruskan pekerjaan yang sudah berpuluh-puluh tahun ia jalankan, yaitu menjadi penjual makanan, sardines. Usutnya, negri itu dari dahulu kala yang terkenal hanya sardines. Semua orang hanya makan sardines. Dari situlah, Flint mendapatkan ide untuk membuat food maker, hanya dengan menuangkan a glass of water di dalam food maker yang dia buat sendiri di ruangan aneh di atas rumahnya.

Kejadian sukses tersebut tidak akan terjadi bila Pak Satpam, Earl, mengejar Flint karena dia melakukan segala sesuatu yang aneh dan tidak biasanya. Akhirnya food maker tersebut meledak dan terbang seperti roket yang bebas melayang di udara. Karena hal tersebut, Flint jadi dibenci banyak orang. Akibat tangan usilnya dan gelagatnya yang aneh, bencana muncul, namun bencana bagi orang-orang sekitarnya. Tidak lama kemudian, hasil kerja keras Flint datang dan memberi berkat ke semua orang. Cheese burgers berjatuhan dari langit. Secara kontras, langsunglah Flint menjadi idola setiap orang karena telah menciptakan makanan lain, selain sardines. Ada jelly untuk Sam, wanita nerd pembawa berita yang membuat Flint jatuh cinta kepadanya. Ada ice cream untuk anak Earl saat ulang tahun. Ada steak, hotdog, pizza, buah-buahan, spaghetti, dan kawan-kawannya. Saking banyaknya order dari warga, food maker ini kewalahan dan makin lama hasilnya semakin membesar. Sebetulnya Flint tau kalau makanan-makanan yang jatuh dari langit semakin besar, itu pertanda bahwa tidak akan baik. Ayahnya untuk yang kesekian kalinya sudah memperingatkan dan menasihati. Tapi Flint sebal juga karena dia merasa, Ayahnya seperti tidak mengerti apa yang diinginkan Flint.

Flint tetap saja menulis order dari warga. Dia menjalankan itu karena dia bekerja dengan Mayor dan dia ingin sekali menjadi orang yang dicintai dan diidolakan oleh semua orang di seluruh dunia. Hari yang dinanti-nantikan tiba. Flint menggunting pita di depan orang-orang dari seluruh dunia. Flint benar-benar menjadi idola.

Tapi alur cerita menjadi lebih kontras. Saat itu juga, negri itu dilanda makanan-makanan raksasa. Sam membantu Flint dengan gaya nerd-nya. Akhirnya, Flint menjadi orang yang dibenci dan dimaki lagi. Tapi Earl membela Flint untuk menyelesaikan masalah yang ia buat. Akhirnya, Flint pergi bersama Sam, Baby Brent, dan Many. Mereka menjadi satu tim yang kompak untuk menyelesaikan masalah food maker tersebut dengan membawa roket milik Flint dan ciptaan Flint sendiri. Di atas sana, ternyata food maker yang ditutupi oleh awan ungu tersebut sudah menjadi seperti bakso besar yang mengerikan. Dengan petualangan sana sini yang cukup lebay (kata wikan) dan cukup atau malah tidak terlalu menegangkan, tapi lucu, Flint menyemprotkan sesuatu yang benar-benar membuat barang menjadi kaku permanen ke arah food maker. Akhirnya semua selesai. Semua terbereskan.

Saat pulang ke negrinya lagi, orang-orang mencintai Flint lagi. Tapi tidak seperti Ayah Flint. Dia sangat sabar dan emosinya tidak labil seperti warga yang ada di negri itu. Tapi sayang sekali, Ayah Flint sering sekali menutup diri dan tidak bisa berbicara apa-apa kepada Flint. Flint yang memang pintar dan jenius, langsung menempelkan translator di dada ayahnya, lalu secara otomatis, yang ada di dalam hati ayahnya terucap sudah. Ayah Flint sangat bangga kepada Flint, begitu juga sebaliknya, karena pada akhirnya Ayah Flint sangat mendukung Flint dalam hal sciencenya.

Filmnya sangat kuat. Menyentuh dan cocok untuk keluarga, apalagi keluarga muda. Diceritakan dengan imajinasi yang tinggi, tapi sebetulnya kejadian di lingkungan itu sering terjadi di lingkungan kita sendiri. Tiba-tiba cinta, tiba-tiba benci. Bukan mendukung yang baik, tapi dengan mudah langsung men-judge orang lain. Yah.. mungkin begitulah hidup. Begitu susahnya meyakinkan orang lain, kalau sebetulnya kita ini bisa.

Labels:

posted by wi.unga @ Permalink ¤21:15   0 comments
Sunday, 18 October 2009
A Very Non-Tragic Love Story
"Ela...! Kita bakalan dapet PJ!", kata seorang sahabatku, Sisca, sambil membuka pintu kosnya.

"Hah? Maksudnya?", jawabku seolah tak mengerti.

"Iya, kita bakal dapet PJ. Coba aja tebak. Tuh orangnya ada di dalem kamar...", kata Sisca sambil tersenyum renyah.

"Apa? Maksudmu Anti???", kagetku mendadak muncul dan Sisca menambah kerenyahan dalam senyumnya.

Tidak lama kemudian, aku langsung bergegas ke kamar kos Sisca yang lumayan besar, tapi juga lumayan sempit. There are too much things =)

"Anti!!! Aku bakalan dapet PJ nih??? Critain donk!!! Siapa lelaki itu???", teriakku sedikit lebay.

"Aduuhh, iya Eloy (begitu cara mereka menyapaku). Aku harus ngulang ceritanya lagi nih?", jawab Anti ragu.

"Ya iyalaaaahh... aku belum denger langsung dari kamu!", tegasku.

Dari situ, cerita kasih dimulai. Awalnya hanya karena Anti dan lelaki ini, panggil saja Ory, ada dalam satu internet cafe a.k.a warnet. Ory mungkin terpesona dengan wajah Anti yang lugu, postur Anti yang imut, dan gaya Anti yang cuek bebek tapi sebetulnya ada ketegasan dan keanggunan yang terpancar dari auranya *ceileeh... Mulailah Ory mengajak mengobrol lewat fasilitas yang memang biasanya diberikan oleh setiap warnet, yaitu chat antara box ke box lainnya. Dari cerita Anti, aku bisa menangkap kalau Anti sangat suka dengan kata-kata Ory, hingga akhirnya Ory memberi nomor teleponnya kepada Anti. Sebetulnya saat itu, hatiku sudah gundah gulana, karena ternyata eh ternyata, Anti juga sedikit agresif, dengan meng-sms Ory di kemudian hari. Karena mendapat tanggapan yang cukup positif, mulailah Ory juga berjalan dengan cukup agresif.

Ory mengajak bertemu lagi di kemudian hari, tentu saja di warnet. Kemudian Ory mengajak Anti untuk pergi ke suatu tempat, untuk mengobrol. Ory memang agresif, dia ingin tempat yang sepi. Tentu saja Anti takut, pertama karena tempat sepi itu berbahaya dan kedua karena dia sedang berhadapan dengan orang yang baru ia kenal. Keputusan yang baik sebetulnya dan aku hargai itu. Akhirnya, Ory mengalah dan mereka pergi ke suatu tempat makan yang memang cukup ramai (tapi sama saja, karena pas pada hari libur lebaran, tempat makan itu hanya ada mereka berdua, hihihi). Di sana mereka bercengkarama, Anti, sahabatku bercerita ngalor ngidul dan terlihat sangat senang, bahagia, dan bangga. Tentu saja, sampai di cerita ini pun, aku juga masih ikut merasa kebahagiaannya.

Pendekatan tersebut memang terasa lumrah-lumrah saja, karena mereka baru kenal dan akhirnya bercerita tentang latar belakang mereka dan keluarga mereka. Contohnya seperti kisah lalu tentang cinta, pekerjaan, kuliah, hobi, keluarga, saudara, yaaa paling tidak masih pertanyaan-pertanyaan yang dianggap wajar. Entah keduanya saling bercerita dengan jujur atau tidak, kita semua tidak tahu. Benar bukan?

Keesokan harinya, Anti diajak menonton film di bioskop. Sebelumnya, Anti minta diantarkan ke poliklinik. Kalau mendengar dari cerita Anti, memang sepertinya ini lelaki baik-baik. Tapi entah kalau ada udang di balik batu. Semua itu belum terbongkar. Oh ya, dengan mendengar ceritanya sampai di titik ini, Anti juga sudah mulai terpesona dengan si lelaki ini. Aku lupa, kejadian yang aku pikir klimaksnya ini terjadi pada hari yang sama setelah menonton, atau keesokan harinya. Yang jelas, di hari itu juga, Ory berkelakuan seperti cheetah yang berlari kencang memburu mangsanya. Dia langsung mengutarakan isi hatinya kepada Anti, mungkin Anti akan menjadi yang terakhir dalam hidupnya. Sampai-sampai Ory berjanji tidak akan mengecewakan Anti dan akan ikut agama Anti (berhubung mereka berbeda agama). Wow! Aku benar-benar terkecoh, karena aku pikir ini adalah klimaks dari cerita ini. Tapi ternyata, ini adalah kick-off nya, di mana permasalah pertama muncul, dan nanti akan ada permasalahan-permasalahan lainnya. Anti langsung menerima cinta Ory sepenuh hati tanpa ragu. How come??? Batinku menjerit demikian. Ohh, mungkin ini yang disebut "love at the first sight". Tapi aku sendiri ragu, apa benar? Karena Ory terlalu berjalan dengan cepat, bukan seperti beban, bukan seperti janji, bukan seperti cinta yang tulus. Dengan sigap Ory langsung mencium kening dan bibir Anti. Dan tahukah Anda itu terjadi di mana? Di warnet saudara-saudara! Apakah itu cinta? Mungkin.

Entah mengapa aku merasakan sesuatu yang tidak enak di hati ini, bad feeling. Apakah ada sesuatu yang tidak beres? Ahh... mungkin hanya perasaanku saja. Tetapi pada saat aku berbagi dengan sahabat-sahabatku, ternyata mereka merasakan perasaan yang sama. Dari situ kita mengusut sebetulnya siapa sih sang lelaki penakluk sahabat kita ini? Googling, Friendstering, Facebooking, Phoning, semua kita lakukan. Dan ternyata benar, anak ini memang sungguh pembohong dan pengkhianat. Salah satu sahabatku, Surya, benar-benar ngebet untuk mencari tahu keberadaan Ory. Dialah yang mencari tahu tentang seluk beluk Ory. Hingga suatu hari, belum ada seminggu setelah Anti jadian dengan Ory (dan pada saat ini Ory sedang berada di luar kota), salah satu temanku, Adit, meneleponku.

"Eloy, kamu ada di mana? Anti nangis-nangis, aku bingung harus gimana", katanya panik.

"Aku lagi di jalan, Dit. Emangnya kenapa kok bisa nangis-nangis gitu?", jawabku juga ikut panik.

"Katanya Ory sakit keras dan hidupnya gak akan lama lagi. Aku bingung, antara percaya dan gak percaya...", jawabnya putus asa.

"Wah.. kalau aku malah gak percaya 100%, Dit. Aku takutnya itu hanya alasan dia dan cara dia biar gak ketemu lagi dengan Anti", jawabku tegas.

"Iya benar. Aku juga berpikir seperti itu. Ya sudah, nanti kalau kamu ada waktu, kamu datang ke sini ya", kata Adit.

"Oke, kalau aku bisa ya, Dit", jawabku ragu.

Aneh sekali lelaki itu. Baru saja mendekat, tiba-tiba sudah menjauh. Dan kejadian itu tidak hanya sekali itu saja, tapi berkali-kali. Dan sepertinya banyak sekali kejadian-kejadian yang tidak masuk akal, dan tidak bisa aku terima begitu saja. Kasihan Anti. Persetan dengan Ory. Satu per satu cerita yang tadinya aku juga percaya, musnah begitu saja. Tapi yang membuat aku masih bertahan tidak mencemooh lelaki ini, kenapa bisa dia menceritakan hal-hal yang sedetail itu? Seperti latar belakangnya, sekolahnya dulu, pekerjaannya sekarang, alamat kakaknya, tempat tinggal orang tuanya, dan lain-lain. Bohong atau bagaimana, aku pun juga tidak mengerti dan tidak dapat memahaminya. Yang aku tahu, kalau ada orang yang seperti itu denganku, aku malahan membalas menggodanya hingga dia benar-benar jatuh cinta denganku, dan aku tidak peduli jika aku menelantarkannya. Hahaha... *devil laugh:mode on.

Tapi tidak dengan Anti. Sepertinya dia benar-benar jatuh cinta pada lelaki ini dan bingung harus bagaimana. Dia seperti selalu melakukan apa yang Ory mau. Dia seperti sudah terkena tipu daya muslihat dari Ory. Dia seperti benar-benar cinta mati. Anti terlalu banyak berharap di sisi ini. Dan aku tidak suka.

Dan di sinilah klimaks dari cerita ini. Aku, Sisca, dan Surya berduyung-duyung datang ke kos Anti. Membeberkan semua fakta dan semua aibnya. Mendukung Anti dari masalah ini. Menghasut Anti agar tidak tertipu lagi. Dan yang paling utama dariku adalah merayu Anti agar tidak pergi ke rumah orang tua Ory, yang notabene di luar pulau dan jauh dari pulau kami. Bisa-bisanya Anti masih membela Ory. Tapi aku maklum, karena kalau aku jadi Anti pun, aku pasti bingung. Antara memilih pacar atau memilih sahabat. Tapi setidaknya, tujuanku dan sahabat-sahabatku hanya untuk menyadarkan Anti. Hanya untuk membuat Anti bisa berpikir secara logika. Tidakkah aneh seorang manusia yang sedang sakit parah di luar kota dan hampir mau mati di hari pertama dan di hari kedua dia bisa dengan gagahnya (walaupun dibuat seperti sakit) mendatangi pacarnya di kota yang berbeda dan nampak seperti tidak ada apa-apa? Kalau dipikir secara logika, memang tidak mungkin. Walaupun dia kucing-kucingan dari dokternya, dia pasti tidak kuat kalau disuruh berjalan atau bepergian. Secara, sakit parah dan sudah mau mati!

Anda tahu bukan? Setelah klimaks, biasanya cerita akan turun dan biasa-biasa saja? Begitu juga dengan kisah cinta ini. Terakhir aku mendengar cerita, Ory sudah meninggal di Singapura. Ketika Sisca dan Surya menceritakan tentang kisah ini, sepertinya mereka datar-datar saja. Biasa saja menghadapinya. Bahkan Sisca masih saja tertawa renyah seperti saat pertama kali dia bilang bahwa kita akan dapat PJ. Begitu juga denganku. Aku hanya bisa menggeleng kepalaku dan tersenyum. Senyumku kecut dan senyumku dendam.

Labels: , , , , ,

posted by wi.unga @ Permalink ¤09:07   2 comments
Sunday, 4 October 2009
Thanks God
Rasanya kok selalu ingin bersyukur punya orang-orang yang hebat di sekitarku, walau sebetulnya mereka juga punya kekurangan. Tapi dari itu semua, aku belajar untuk selalu melihat positifnya. Aku bangga untuk jadi diriku, dan lebih bangga karena aku ada di sekitar mereka. Mereka yang hebat, mereka yang mengajariku banyak hal. Dan yang paling utama, aku sangat bangga karena aku punya Tuhan yang sangat sayang padaku.

Thanks God for everything you give to me. Even it is bad or good, i'll accept it. Because I learn from everything which happened to me.

Trimakasih tayang, mami, papi, gora, tiara, gibran, sahabat-sahabatku yang selalu setia dan tidak bosan mendengar keluh kesahku. Love you all.

Labels:

posted by wi.unga @ Permalink ¤23:12   0 comments
Sunday, 27 September 2009
Meraih Mimpi

Film animasi Indonesia ini patutlah diacungkan jempol. Salut untuk Nia Dinata, tapi lebih salut dengan Patton. Suaranya yang masih lucu dan kekanank-kanakan, pas banget untuk Ray yang suka banget sama kung fu. Suara Gita Gutawa yang menjadi Dana juga lumayan cocok. Suara artis-artis yang lain juga lucu. Indra Bekti benar-benar Indra Bekti banget. Sayang, kadang apa yang diomongkan gak terlalu pas dengan mulut di animasinya.

Ceritanya tentang kisah Dana yang meraih mimpi untuk mendapatkan beasiswa dan menolak untuk dijodohkan. Tapi Dana tetap bersikeras untuk tidak dijodohkan dan menyelamatkan desanya dari pergusuran oleh Tuan Pairot (Surya Saputra). Akhirnya dimulailah petualangan, Dana dan Ray mencari surat asli di bawah gunung, setelah diberi tahu Paman Tuan Pairot, yang orang-orang bilang dia adalah orang gila. Tapi ternyata perkataannya membuahkan hasil. Akhirnya didapatkan surat yang asli yang mengatakan bahwa tanah itu milik desanya dan bukan milik Tuan Pairot.

Akhirnya rencana Tuan Pairot untuk membuat kota perjudian gagal sudah. Indra Bekti (lupa siapa nama animasinya), jadi baik dan jadi berteman dengan Dana. Kisahnya tidak terlalu mengharukan, tapi jiwa petualangnya ada. Lalu lagu-lagunya juga lucu-lucu dan bagus-bagus. Cocok deh untuk dinikmati keluarga kecil maupun keluarga besar. Yang penting kebersamaannya =)

Labels:

posted by wi.unga @ Permalink ¤21:09   0 comments

About Me
Love is Effortful ♥♥♥Actually, this blog is Bunga's. Feel free to read my articles here. I will always try to publish in English to improve my English ability (hee hee). I love GREEN very muccho. I love my family, i love my wikan, i love my friends, because they are my lovely people who can make me appreciate this great life. Thank you God for giving me blessing and strength =) I hope we can be good friends through this blog. God bless you! Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket Photobucket

hit counter
Lovely
Previous
Archives
Shoutbox


Friends
Adsense
    Custom Search
Bunga's Goodies




Gibran's goodies
Pets


Visitor
Sponsored by

BlogFam Community Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket Free Shoutbox Technology Pioneer KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket blog-indonesia Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket